Guna mengurangi
ketergantungan konsumsi masyarakat terhadap beras sekaligus untuk mensukseskan
program diversifikasi pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus memacu produksi
bahan pangan alternatif seperti ubi
jalar, ubi kayu, talas, ganyong,dsb. Upaya ini memang tidak mudah karena
sebagian besar masyarakat sudah sangat tergantung mengkonsumsi
bahan pangan beras dan terigu
khususnya indomi. Untuk itu, kampanye keanekaragaman bahan pangan yang berbasis
bahan pangan lokal harus digencarkan sekaligus meningkatkan
teknologi pengolahan, pengemasan dan daya tarik bahan pangan lokal tersebut di
mata konsumen.
BERITA TERKINI
Guna mengurangi
ketergantungan konsumsi masyarakat terhadap beras sekaligus untuk mensukseskan
program diversifikasi pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus memacu produksi
bahan pangan alternatif seperti ubi
jalar, ubi kayu, talas, ganyong,dsb. Upaya ini memang tidak mudah karena
sebagian besar masyarakat sudah sangat tergantung mengkonsumsi
bahan pangan beras dan terigu
khususnya indomi. Untuk itu, kampanye keanekaragaman bahan pangan yang berbasis
bahan pangan lokal harus digencarkan sekaligus meningkatkan
teknologi pengolahan, pengemasan dan daya tarik bahan pangan lokal tersebut di
mata konsumen.
Benih unggul bermutu memiliki
peran yang sangat strategis dalam meningkatkan produksi dan produktivitas
tanaman pangan. Kontribusinya sekitar 25
persen, atau menempati urutan nomor dua
dalam sistem produksi. Sementara
itu, peran petani sebagai penangkar memiliki andil yang sangat besar dalam penyediaaan
benih tanaman pangan secara nasional, tandas Dirjen Tanaman Pangan, Ir Udhoro
Kasih Anggoro MS dalam satu kesempatan.
Guna
meningkatkan pemahaman atas peraturan perundang-undangan khususnya di bidang
tanaman pangan, sekaligus dalam
rangka mendukung pembangunan pertanian
Tanaman Pangan, Subag. Hukum dan Humas, Ditjen Tanaman Pangan telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi, Bimtek dan Evaluasi
Implementasi Peraturan Perundang-Undangan di bidang Tanaman Pangan,
Selasa14-16 Mei di Bali. Acara ini dihadiri
oleh 33 peserta yang merupakan pejabat yang membidangi Tanaman Pangan di
Dinas Pertanian, serta serta Pejabat Pengelola Informasi Publik (PPID) lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui
Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan menyelenggarakan Pertemuan
Koordinasi dan Workshop Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan
Tahun 2013, Pontianak, 15-17 Mei 2013. Pertemuan
dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat dan dilanjutkan pengarahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang disampaikan
oleh direktur Pascapanen Tanaman Pangan. Pertemuan ini dihadiri oleh para
kepala bidang yang menangani pascapanen dan
produksi tanaman pangan pada Dinas Pertanian Provinsi di 31 Provinsi, produsen/pabrikan
sarana pascapanen tanaman pangan, staf Direktorat Pascapanen
Tanaman Pangan. Sementara narasumber dari Lembaga
Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP);
Kepala Bidang Dinas 5 Dinas Pertanian Provinsi (Provinsi Banten, Jawa Timur,
Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan), dan 2 orang ketua gapoktan dari
Provinsi Bali dan Sulawesi Selatan.
Sistem dan kinerja industri perbenihan terus dibenahi
dan dimantapkan, sehingga mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan tanaman pangan. Dengan makin
baiknya sistem dan industrinya, kinerja produksi pun akan lebih mantap guna memenuhi kebutuhan di
dalam negeri. Dan di sisi lain, penggunaan benih bermutu tinggi di kalangan
petani pun akan semakin meluas yang pada
gilirannya mempercepat peningkatan produksi
pangan nasional, khususnya padi. Selama
ini, kontribusi benih unggul dan bermutu terhadap keberhasilan
peningkatan produksi pangan diperkirakan
mencapai 25 persen, atau menempati
urutan nomor dua dalam sistem produksi tanaman.
Demikian ditandaskan oleh Dirjen Tanaman Pangan, Ir. Udhoro Kasih
Anggoro MS dalam acara Dialog Interaktif tentang Perbenihan dan disiarkan oleh TVRI dalam waktu
dekat.. Selain Dirjen Tanaman Pangan Anggoro, yang juga Ketua Masyarakat
Perbenihan Indonesia itu, acara ini juga menghadirkan Direktur Produksi PT SHS, Dr Nizwar Syafa’at,
dan Kadiv.Produksi PT Pertani, Ir Edy Kuswandi.
Desa Muntur, Indramayu: Sebagai OPT utama tanaman padi, tikus selalu menjadi momok
yang menakutkan bagi para petani. Maklum saja karena hama tersebut merupakan
OPT utama tanaman padi yang notabene adalah komoditi bahan pangan utama
penduduk di negeri ini. Upaya pengendaliannya terus dilakukan, salah satunya
dengan gerakan pengendalian hama tikus bersama TNI yang dilakukan oleh Dinas
Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, bekerja sama dengan Direktorat
Perlindungan Tanaman Pangan. Pencanangan Gerakan Pengendalian OPT ini merupakan bagian
dari pelaksanaan kegiatan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Muntur
Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu,
Selasa (30/4). Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Perlindungan Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian Ir. Erma Budiyanto, MS, Kasubdit Teknologi Pengendalian OPT Drs. Ruswandi MM, Komandan
Distrik Militer Indramayu Letkol. CPN. Asyik Rudianto SMN, Kepala Balai
Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat beserta
jajarannya, Staf Pengendalian OPT Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan
Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu beserta jajarannya, Wakil Camat Losarang, hadir pula BABINSA dari 6 Kabupaten di provinsi Jawa barat, serta
para petani peserta gerakan setempat.
Banten : Team dari Sekretaris Jenderal Tanaman Pangan
yang dipimpin oleh Kepala Bagian Keuangan Dan Perlengkapan Supangat,SP melakukan sidak di lokasi pengadaan
Ligth Trap di wilayah Banten. Sidak monitoring light trap di Provinsi Banten ini di
mulai dengan meninjau light trap di
kota serang, untuk kemudian dilanjutkan di daerah kota Cilegon. Untuk Provinsi
Banten sendiri mendapat bantuan sebanyak 349 unit Light trap. Lampu perangkap
merupakan suatu unit alat untuk menangkap atau menarik serangga. Berfungsi
untuk mengetahui keberadaan atau jumlah populasi serangga di lahan pertanian.
Serangga yang tertangkap adalah serangga-serangga yang tertarik cahaya pada
waktu malam hari. Terdapat beberapa jenis Perangkap untuk serangga. Pemilihan
jenis perangkap yang akan digunakan tergantung dari kondisi dan tujuan yang
ingin diketahui.
Sebagai tindak lanjut Konferensi Tingkat Menteri tentang Sumber
Daya Genetik, Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan yang diselenggarakan tahun
2011, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian akan
menyelenggarakan Internasional Conference on Biodiversity, Climater
Change and Food Security di Bandung tanggal 1-4 Juli 2013.
Dalam flyer yang disebarluaskan oleh panitia (Balitbang
Kementan) belum lama ini, dijelaskan bahwa konferensi internasional ini
mengambil tema “Global Food : From Diversity to Security in Changing World”.
Konferensi ini diarahkan untuk meningkatkan
kesadaran dan saling pengertian di antara Negara akan dampak perubahan iklim dan pentingnya
keanekaragaman hayati dalam memformulasikan metode yang paling efektif dan sesuai
dalam rangka tercapainya stabilitas dan keamanan pangan
dunia.
Indonesia
harus secepatnya mengambil langkah strategis untuk memperkuat sistem ketahanan pangan di
dalam negeri melalui penetapan kebijakan yang tepat dan didukung oleh
implemantasi yang konkrit di lapangan. Dengan demikian, Indonesia bisa
terhindar dari kemungkinan kekurangan
pangan alias kelaparan yang melanda 1 miliar penduduk dunia, seperti yang
diperkirakan oleh FAO dalam waktu dekat ini.
Demikian
ditandaskan oleh Dirjen Tanaman Pangan, Ir. Udhoro Kasih Anggoro, MS dalam
wawancara khusus dengan TVRI di Jakarta, Selasa (23/4). Dirjen mengajak semua pihak agar peringatan (warning)
FAO ini dijadikan sebagai masukan berharga sehingga kita lebih serius
mempercepat pengembangan industri pangan
di dalam negeri. Anggoro mengakui bahwa
hingga saat ini Indonesia masih relatif aman dari kemungkinan wabah kelaparan
mengingat pertumbuhan produksi bahan
pangan masih mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk di dalam negeri.
Tikus
masih merupakan salah satu musuh petani padi yang harus dicermati dan diwaspadai. Provinsi
Sumatera Selatan sebagai salah satu andalan produksi bahan pangan nasional
khususnya beras di luar Jawa, juga tak pernah mengendorkan kewaspadaan
terhadap gangguan hama ini. Untuk itu, Gerakan Pengendalian Organisme
Pengganggu Tanaman (OPT) khususya tikus
di wilayah Sumsel, telah dicanangkan di
Desa Sidorejo, Kec. Muara Padang, Kab. Banyuasin, baru baru ini. Pencanangan
dilakukan oleh Kasubdit Pengendalian OPT, Drs. Ruswandi MM, mewakili Direktur
Perlindungan Tanaman Pangan, dan dihadiri oleh Kepala UPT Balai Perlindungan
Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Ir H. Amran Anang, MSi, Kepala
Balai Penyuluhan Pertanian, Perkebunan dan Perikanan, Kab. Banyuasin Sudarjo,
Sekretaris Desa Sidorejo,Wakijo dan seratusan anggota kelompok tani, para
penyuluh, Brigade Pangamat Hama dan tokoh
masyarakat Kecamatan Muara Padang. Dalam pemaparannya di
Balai Desa Sidorejo sebelum peserta melakukan praktek pengemposan atau pengasapan ke
lapangan, Rustandi menjelaskan bahwa peningkatan produksi pangan khususnya
beras sudah menjadi kebijakan pemerintah yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Komitmen
untuk meningkatkan produksi beras selain guna mengantisipasi pertumbuhan konsumsi sebagai dampak
pertumbuhan penduduk, juga sangat strategis dalam rangka menegakkan kedaulatan
pangan di dalam negeri. Untuk itu, selain untuk memenuhi konsumsi nasional
beras yang rata-rata 2,5 juta ton per
bulan, kita harus memiliki stok pangan yang relatif cukup, minimal 2,5 - 3 juta beras di akhir tahun untuk
menopang ketahanan pangan nasional. Guna untuk lebih memantapkan ketahanan
pangan nasional ini, seperti telah ditekadkan pemerintah, tahun 2014 Indonesia
harus mampu menghasilkan surplus beras 10
juta ton.
Karawang : Presiden RI beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono,
melakukan panen raya padi musim
tanam 2013 bersama beberapa Menteri terkait di Dusun
Jeruk Simer, Desa Rawa Gempol Wetan, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa
Barat, pada areal seluas 400 ha. Varietas yang
ditanam adalah Mikongga dan rata rata ubinan sebesar 91,1 ku/ha
(Selasa,16/4). Turut mendampingi SBY, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab
Dipo Alam, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif
Cicip Sutarjo, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Menteri BUMN Dahlan
Iskan. Seusai panen, SBY dan rombongan menyempatkan diri berdialog dengan para
petani. Dalam temu wicara dengan beberapa kelompok, terungkap beberapa permasalahan yang masih menjadi
kendala dalam pengembangan budidaya perta nian, antara lain masalah sertifi kasi lahan yang belum dimiliki oleh para
petani, masih belum meratanya pemberian program LDPM (Lembaga Distribusi Pangan
Mandiri), masih banyak petani yang memerlukan bantuan alat panen (power threser
dan alat pengolah pupuk organik serta saat ini kabupaten Karawang belum
mempunyai pasar beras yang representative (terminal agribisnis).
Kelompok Tani Hurip beranggotakan 25 orang dengan ketua Bapak Ahmad
Bastari, mempunyai luas pertanaman ubijalar seluas 35 ha. Kecamatan Dramaga kedepan
merupakan salah satu wilayah potensi pengembangan ubijalar dengan
produksi mencapai 15 – 20 ton/ha. Ubi jalar yang digunakan adalah varietas
unggul lokal AC (ubijalar kuning) yang tahan terhadap serangan hama penyakit
serta rasa enak dan manis. Hasil panen sebagian digunakan sebagai bibit/stek
dengan sebelumnya dipilih yang baik, dilakukan pemupukan yaitu: pupuk dasar
(kotoran kambing) dan saat umur tanaman 1 – 2 bulan
dilakukan pemupukan lanjutan dengan NPK. Pemanenan ubijalar dilakukan saat
umur 3 – 4 bulan dengan sebelumnya memangkas daun disisakan 5 – 19 cm dari
pangkal batang umbi, baru di panen.
Desa Muer Sumbawa (6/4) : Menteri Pertanian, Ir.H.Suswono, MMA, mengapresiasi
hasil produksi Kabupaten Sumbawa dari cetak lahan persawahan baru yang diatas
rata-rata atau sekitar 6 ton perhektar. “Setahun dua tahun sawahnya di cetak
bisa menghasilkan produksi diatas 6 ton. Ini yang barangkali jarang-jarang.
Biasanya kalau baru cetak sawah itu, masih dibawah 4. Mungkin paling tinggi 4,
tapi di Sumbawa ini sudah sampai 6 itu sudah luar biasa,” katanya di Dusun
Jompong Desa Muer Kecamatan Plampang, dalam kegiatan panen raya, Sabtu (06/04).Namun
beliau menyayangkan, banyaknya lahan-lahan pertanian yang masih terlantar. “Lahan-lahan
yang ada disepanjang jalan, saya sedih betul karena banyak yang masih
terlantar. Mungkin memang karena faktor SDM yang masih kurang. Sementara dari
faktor alam, Kabupaten Sumbawa sangat potensial,” tuturnya.Sebab persoalan yang dihadapi petani
Indonesia adalah sempitnya lahan yang dikelola, yang rata-rata hanya 0,3
hektare per orang. Dengan lahan hanya seluas itu kemampuan produksi petani pun
menjadi terbatas. “Lahan itu hanya untuk dikelola, bukan dimiliki,” jelas
Mentan.
Gubernur NTB bersama
Direktur Pascapanen Tanaman Pangan, Kepala Dinas
Pertanian Prov. NTB, Kepala BPTP Prov. NTB, Danrem 162/Wirabhakti, Kepala Dinas
Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah melakukan panen padi
milik gabungan
kelompok tani Golepar, di Desa Ranggagata
Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (26/03).Usai
panen panen raya, gubernur dan direktur Pascapenen Tanaman
Pangan melakukan temu
wicara dengan para petani. Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan salah satu
program unggulan pemerintah di bidang pertanian yakni dengan
meluncurkan program SMS Center, agar petani dapat mengakses informasi pertanian
tentang pupuk, benih, OPT, dan sebagainya. Panen
padi tersebut dilaksanakan di
hamparan seluas 42 Ha, dengan varietas Ciliwung. Berdasarkan hasil ubinan di areal panen,
produksivitas 6,3 ton/ha, namun jika
ditangani lebih baik lagi produktivitas masih bisa mencapai 7 – 8 ton/ha.
NTB (Ditjen TP) : “Dalam Master Plan
Percepatan Perluasan
Pembangunan Ekonomi
Indonesia (MP3EI), Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Bali dan NTT telah
ditetapkan sebagai gerbang pariwisata dan penyangga pangan nasional. Penetapan
ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Provinsi NTB yang terus berikhtiar
meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan terutama Padi dan Jagung”. Demikian disampaikan Gubernur NTB TGH
M Zainul Majdi dalam Sambutannya pada acara
Panen Raya Padi di PTP Puyung, Lombok Tengah, yang diselenggarakan Kelompok Tani Bismillah, Leneng bersama PT
Sygenta, Rabu (13/3). Lebih
lanjut beliau mengucapkan
rasa Syukur pada yang
Kuasa, dan atas nama Pemerintah
Provinsi Nusa Tenggara Barat kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak,
khususnya para stake holder terkait yang telah berkontribusi dalam pembelajaran
petani sebagai ikhtiar bersama kita dalam mempertahankan swasembada pangan yang
telah diprogramkan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat.
Untuk memastikan proses produksi secara berkelanjutan, pemerintah berencana mengembangkan kawasan budidaya berbasis desa dan sesuai dengan penerapan budidaya tanaman pangan yang baik dan benar ( Good Agriculture Practices / Permentan No. 48 tahun 2006 ). Sampaikan tanggapan anda mengenai rencana ini.